Memilih berat angkat gym yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam mencapai hasil workout yang maksimal. Banyak pemula maupun mereka yang sudah lama berlatih sering melakukan kesalahan, seperti memilih beban terlalu berat atau justru terlalu ringan. Akibatnya, perkembangan otot menjadi lambat atau bahkan berisiko mengalami cedera. Oleh karena itu, memahami cara menentukan berat angkat yang sesuai sangat penting agar latihan di gym lebih efektif dan aman.
Pahami Tujuan Latihan Anda
Langkah pertama dalam memilih berat angkat gym adalah memahami tujuan workout. Jika tujuan Anda adalah membentuk dan meningkatkan massa otot (hipertrofi), maka beban yang digunakan sebaiknya berada pada kisaran menengah hingga berat, dengan repetisi sekitar 8–12 kali per set. Sementara itu, jika fokus Anda pada peningkatan kekuatan, berat angkat yang lebih besar dengan repetisi rendah, yaitu 4–6 kali, akan lebih efektif. Untuk tujuan daya tahan otot, gunakan beban lebih ringan dengan repetisi lebih banyak.
Gunakan Prinsip “Challenging but Controlled”
Berat angkat yang ideal adalah beban yang terasa menantang namun masih bisa dikontrol dengan teknik yang benar. Jika Anda masih bisa berbincang santai saat mengangkat beban, kemungkinan besar bebannya terlalu ringan. Sebaliknya, jika Anda tidak mampu menyelesaikan repetisi dengan postur yang baik, berarti bebannya terlalu berat. Teknik yang benar jauh lebih penting dibandingkan mengangkat beban besar tanpa kontrol.
Lakukan Pemanasan dan Uji Beban
Sebelum menentukan berat angkat utama, lakukan pemanasan dengan beban ringan. Pemanasan tidak hanya membantu mencegah cedera, tetapi juga memberi gambaran kemampuan tubuh Anda pada hari tersebut. Setelah itu, tingkatkan beban secara bertahap hingga menemukan berat yang sesuai. Ingat, kondisi tubuh bisa berbeda setiap hari tergantung istirahat dan nutrisi.
Terapkan Progressive Overload
Salah satu kunci hasil workout maksimal adalah progressive overload, yaitu peningkatan beban secara bertahap seiring meningkatnya kekuatan otot. Jangan terpaku pada satu berat terlalu lama. Jika Anda sudah mampu menyelesaikan semua set dan repetisi dengan mudah, saatnya menambah beban. Peningkatan kecil namun konsisten akan memberikan hasil yang lebih optimal dalam jangka panjang.
Dengarkan Sinyal Tubuh
Memilih berat angkat gym juga harus memperhatikan sinyal dari tubuh. Rasa pegal setelah latihan adalah hal wajar, tetapi nyeri tajam atau rasa tidak nyaman pada sendi perlu diwaspadai. Jangan memaksakan diri hanya demi terlihat kuat. Konsistensi latihan yang aman jauh lebih efektif dibandingkan latihan berat yang berujung cedera.
Konsultasi dengan Trainer Jika Perlu
Bagi pemula, berkonsultasi dengan trainer gym sangat dianjurkan. Trainer dapat membantu menentukan berat angkat yang sesuai dengan kondisi fisik, usia, dan tujuan latihan Anda. Dengan panduan yang tepat, risiko kesalahan dapat diminimalkan sejak awal.
Kesimpulan
Memilih berat angkat gym yang tepat bukan soal seberapa berat beban yang diangkat, melainkan seberapa efektif dan aman latihan yang dilakukan. Dengan memahami tujuan latihan, menjaga teknik, serta menerapkan progressive overload, hasil workout akan lebih maksimal dan berkelanjutan. Latihan yang cerdas selalu lebih baik daripada latihan yang berlebihan.





